Sunday, June 28, 2015

KESEIMBANGAN UMUM DAN KESEJAHTERAAN EKONOMI


  KESEIMBANGAN UMUM DAN KESEJAHTERAAN EKONOMI

Keseimbangan Umum dan kesejateraan ekonomi merupakan konsep yang berbeda satu sama lain meskipun sering dijabarkan satu dengan yang lainnya. Definisi yang sering digunakan untuk kesejahteraan adalah keadaan seseorang dalam suatu sistem perekonomian. Dan keseimbngan didefinisikan sebagai keadaan tetap dimana pada posisi tersebut tidak ada rangsangan atau keesempatan untuk berubah.
Kesejahteraan Ekonomi didasarkan atas pemikiran pareto dimana kesejahteraan ekonomi akan meningkat jika seseorang menjadi lebih baik dan tidak ada seorangpun menjadi lebih jelek.
Standar analisis yang digunkan oleh para ekonom dalam menilai efesiensialokasi sumber/ faktor produksi didasarkan pada tolak ukur pareto diatas.
Konsep ataupun pengertian tengtang ”menjadi lebih baik”  dan ”menjadi lebih jelek” berarti peningkatan atau penurunan kepuasan yang dikainkan dengan perubahan didalam konsumsi barang-barang dan jasa.
Keseimbangan pasar parsial merupakan analisis keseimbangan harga dan output  pada pasar yang merupakan komponen atau bagian sistem harga.Perekonomian bukan terdiri atas banyak pasar yang tak berhubungan satu dengan yang lain. Perekonomian merupakan jaringan kerja saling terkait dimana perubahan di suatu pasar akan menimbulkan perubahan signifikan dipasar-pasar lain. Analisis sistem harga secara keseluruhan disebut analisiskeseimbangan umum. Gambaran analisis keseimbangan yang disajikan mula-mula adalah dimana perubahan di suatu pasar akan berdampak pada perubahan pada pasar-pasar lain yang berhubungan. Selanjutnya dengan menggunakan model sederhana dua industri dan dua input 
            Hubungan antar pasar
Misalkan mula-mula perekonomian sudah berada pada keseimbangan umum, di mana semua pasar baik pasar output  maupun pasar input telah mencapai keseimbangan dalam arti tak ada faktor-faktor yang dapatmengubah keadaan ekonomi di masing-masing pasar. Selanjutnya misalkan karena suatu sebab terjadi kenaikan permintaan komoditi tekstil. Akibatnya harga tekstil naik. Perusahaan tekstil menaikkan produksi dan selanjutnya menaikkan permintaan turunan atas faktor-faktor produksi atau inpu yang digunakan dan pada gilirannya menyebabkan harganya naik.
Hubungan antara harga output dan harga input   tercermin pada permintaan input. Dalam jangka menengah dan panjang hargainput yang tinggi akan menarik perusahaan-perusahaan dalam industri tersebut untuk masuk. Industri-industrilain terpaksa juga menaikkan tingkat upah untuk bisa bertahan. Akibatnya tingkat keuntungan turun. Perpindahan sumber daya manusia atau bukan manusia mungkin juga menyangkut perpindahan antar lokasi yang berkaitan dan mempengaruhi industri lain misalnya transportasi, perumahan. semen,kayu, kaca, dan sebagainya.
Perubahan kesejahteraan
            Untuk melihat dan mengukur ada tidak nyan perubahan yang mungkin dikaitkan dengan akan dibuatkan suatu keputusan yang mungkin dapat meningkatkan kesejahteraan sering digunakan beberapa tolak ukur yang antara lain :
1.      Consumer’s Surplus
2.      Fungsi kesejahteraan masyarakat.
Consumer’s yang merupakan kelebihan atas harga yang dibayarkan untuk mendapatkan suatu barang. Definisi untuk ini dikenalkan oleh Alfred Marshall dengan menggunakan gambar sebagai berikut:
Gambar kurva DD
Kurva DD adalah permintaan suatu barang. Besar kecilnya consumer’s surplus pada berbagai tingkat harga ditunjukkan sebagai berikut: P1 CS =AP1 D
                                                                                              P2 CS =BP2 D
Nampak bahwa semakin rendah harga semakin besar atau bertambah consumer’s susplus. Secara kasar dapat disimpulkan bahwa semakin besar consumer’s surplus dinikmati oleh konsumen semakin besar kesejahteraan. Tetapi tolak ukur ini banyak mengandung kelemahan.

No comments:

Post a Comment